Asal Usul Ilmu Kejawen

Banyak cerita mengenai masyarakat jawa khususnya asal usul ilmu kejawen ini. Ini adalah salah satu Serita asal usul ilmu kejawen yang berkembang di masyarakat luas. Asal usul ilmu kejawen ini bermula dari kedua tokoh misteri, yaitu sri sadono dan dewi laksmi yaitu istri wisnu dan sadono adalah penjelmaan wisnu itu sendiri.

Sesungguhnya sri dan sadono merupakan cikal bakal kejawen. Maka berbagai ritual kejawen, keduanya selalu mendapatkan tempat khusus. Dewi sri dipercaya sebagai dewa padi yang mengandung arti kesuburan.

Dewi Sri dan wisnu, menurut pagelaran tertentu memang diminta turun ke arcapada untuk menjadi nenek moyang di jawa. Dari sumber ini akan meneguhkan semetara bahwa nenek moyang Jawa memang Dewa. Berarti kaum kejawen sebenarnya berasal dari keturunan orang yang mempunyai tirakat tinggi social dan kulturnya.


Baca Juga: MEMBEDAH MANFAAT ILMU KEJAWEN AJIAN RAJAH KALACAKRA

                     HASRAT WANITA JAWA: PESONA NAN MEMBARA

                     3 Ajian Paling Sakti di Tanah Jawa


Selanjutnya dewi sri dianggap menjelma ke dalam diri tokoh putri Daha bernama Dewi Sukartaji atau galih candrakirana. Sedangkan sadono menjadi raden panji. Keduanyapun pernah berpisah namun akhirnya bisa berjumpa kembali.

Dari beberapa sumber dan cerita sesepuh tanah jawa, pertemuan sri dan sadono atau panji dan sekartaji terjadi digunung tidar, magelang. Tempat itu kemudian dibuatkan tetenger(tanda) oleh sadono dan sri dengan menancapkan paku tanah jawa. Hal ini sekaligus untuk mengokohkan tanah jawa yang sedang goncang. Sejak kejadian itu tanah jawa menjadi tenang kembali.

Paku tersebut kelak akan menjadi Pakubuwono (paku bumi). Pakubuwono inilah yang menjadi orang jawa tenang. Sehingga keturunan dari sadono dan sri menjadi banyak, hanya saja keturunan dari mereka ada yang baik dan ada yang buruk. Maka batara guru segera menyuruh semar dan togog ke gunung tidar. Semar disuruh mengasuh keturunan sadono dan sri yang baik-baik. Sedangkan togog mengikuti yang angakara murka.

Semar dan togog akhirnya menyetujui perintah itu. Karena itu merupakan perintah dari batara guru yang sebagai rajanya. Baik togog maupun semar dianggap telah kalah dalam perlombaan nguntal gunung. Ketika lomba dimulai  ,togog mendapat giliran pertama yang menelan gunung, gunung itu tidak bisa masuk ke mulut togog, tetapi togok memeksanya dan mengakibatkan mulut togog menjadi sangat lebar.

Sedangakan semar dapat menelan gunung, tetapi gunung tersebut tidak dapat keluar dari tubuhnya, sehingga mengakibatkan bokong semar menjadi besar.

Dari kisah mistis seperti di atas mengambarkan, bahwa sejak awal masyarakat kejawen banyak berkenalan dengan mistik paham mistik sri dan sandono di puja menjadi sebuah patung kecil bernama loro blonyo. Patung yang biasanya di letakkan di sentong tengah(kamar) tengah ini.

Ajaran kuno yang selalu menjadi padoman dan di kaitkan dengan sri dan sandono adalah falsafah ajisaka. Ada kepercayaan bahwa dari ajisaka ini lahirlah aksoro jowo. Jika kejawen tanpa mistik, maka pudarlah pula kejawen tersebut. Kejawen dan mistik telah menyatu, menjadi sebuah ekspresi religi mistik kejawen.

Itulah sekilas cerita tentang munculnya ilmu kejawen. Asal usul munculnya ilmu kejawen ini sebenarnya memang masih menjadi perdebatan dan kebenaranya belum bisa di buktikan. Masih banyak lagi referensi tentang asal usul ilmu kejawen di indonesia. Silahkan cari beberapa literatur sebagai tambahan  pengetahuan Anda.

Related posts

Leave a Comment